Cara Baca

Cara Kristus Membaca Tulisan

Bagian ini menjelaskan fondasi pembacaan: Tulisan tidak dibaca sebagai kutipan lepas, tetapi sebagai kesaksian utuh yang bergerak kepada Kristus, Injil Kerajaan Allah, dan hidup oleh Roh Allah.

Cara Kristus Membaca Tulisan

Kristus tidak memulai dari opini manusia. Ia menerangkan apa yang tertulis tentang diri-Nya mulai dari Musa dan para nabi. Karena itu, pembacaan Menurut Tulisan dimulai dari jalur yang sama: memperhatikan teks, alur, janji, penggenapan, dan maksud Allah yang disingkapkan di dalam Kristus.

"Kemudian Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam semua Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi."

— Lukas 24:27

PL sebagai Bayangan

Perjanjian Lama memuat janji, pola, nubuat, lambang, peristiwa, dan ketetapan yang menunjuk ke depan. Bagian-bagian itu tidak boleh dilepaskan dari konteksnya, tetapi juga tidak boleh berhenti pada bentuk awalnya. Ia adalah bayangan yang mempersiapkan pembaca untuk melihat wujudnya di dalam Kristus.

Janji

Allah menyatakan maksud-Nya melalui janji kepada Abraham, Israel, Daud, dan para nabi.

Pola

Penciptaan, keluaran, kemah, korban, imam, raja, dan tanah menjadi pola yang menunggu kepenuhan.

Nubuat

Para nabi menyingkapkan hukuman, pemulihan, kedatangan Mesias, dan pencurahan Roh Allah.

Ketetapan

Perintah dan ketetapan memperlihatkan kehendak Allah, tetapi juga menyatakan kebutuhan manusia akan pembaruan hati.

PB sebagai Wujud

Perjanjian Baru memperlihatkan wujud dari apa yang sebelumnya dinyatakan sebagai bayangan. Kristus datang bukan untuk meniadakan tulisan, tetapi untuk menggenapinya. Para rasul kemudian memberi kesaksian bahwa kematian dan kebangkitan Kristus terjadi "menurut tulisan".

"Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci."

— 1 Korintus 15:3–4

Injil dan Roh sebagai Terang

Pembacaan yang benar tidak berhenti pada konsep. Injil Kerajaan Allah menyingkapkan wujud janji Allah di dalam Kristus, dan Roh Allah memimpin pembaca kepada seluruh kebenaran. Karena itu, tujuan membaca bukan hanya tahu, tetapi mengenal Allah, taat, dan hidup dalam pengharapan.

Teks

Apa yang sungguh tertulis, kepada siapa ditulis, dan dalam peristiwa apa teks itu diberikan.

Kristus

Bagaimana janji, pola, dan rahasia itu menemukan wujudnya di dalam Kristus.

Roh

Bagaimana kebenaran itu menuntun kepada hidup baru, ketaatan, dan pengharapan.

Pola Makro-Mikro dan Spiral

Beberapa kitab tidak disusun seperti garis lurus sederhana. Kitab Musa dan Wahyu sering memperlihatkan pola makro-mikro: gambaran besar diberikan lebih dahulu, lalu dijelaskan lagi dengan rincian yang semakin dalam. Karena itu, pembaca perlu memperhatikan gaya penulisan, pengulangan, pembesaran fokus, dan gerak maju-mundur yang sebenarnya memperjelas maksud tulisan.