Renungan Injil Kerajaan · Hari 029
Tetap Terjaga Saat Dunia Terlelap
Berjaga-jaga adalah gaya hidup, bukan kepanikan
Perikop Pilihan
Rujukan: Markus 13:33-37
Ringkasan/parafrasa: Hati-hatilah dan berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamana waktunya tiba. Apa yang Kukatakan kepadamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!
Uraian Perikop
Yesus mengakhiri pengajaran-Nya tentang akhir zaman bukan dengan tabel perhitungan tanggal, melainkan satu perintah yang diulang-ulang: berjaga-jagalah. Berjaga bukan berarti hidup panik menatap langit, melainkan seperti hamba yang diberi tugas oleh tuan yang bepergian: masing-masing dengan pekerjaannya, mengerjakannya dengan setia, siap diperiksa kapan saja. Orang yang berjaga justru paling tenang — sebab tidak ada yang perlu disembunyikan kalau Tuan pulang mendadak.
Peristiwa Dunia sebagai Cermin
Menjelang pergantian milenium 1999–2000, dunia bersiap menghadapi 'bug Y2K' yang dikhawatirkan melumpuhkan komputer global. Pemerintah dan perusahaan di seluruh dunia menghabiskan miliaran dolar memeriksa dan memperbaiki sistem bertahun-tahun sebelumnya.
Pesan Penutup
“Cara terbaik menanti kedatangan Raja adalah ditemukan sedang mengerjakan perintah-Nya.”

Tanggapan Pembaca
Silakan menuliskan tanggapan dengan tenang, jernih, dan bertanggung jawab.