Ayat Pilihan · Hari 028 · 28 Januari
Kejadian 11:4
Allah Raja Pencipta: Kerajaan Ditegakkan di Bumi
Tampilan Teks
Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.”
Dan mereka berkata, “Marilah kita membangun bagi kita sebuah kota dan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita membuat nama bagi kita, supaya kita tidak diserakkan ke seluruh permukaan bumi.”
Mereka berkata, “Mari kita membangun sebuah kota bagi kita, dengan menara yang puncaknya sampai ke langit. Mari kita membuat nama bagi diri kita supaya kita tidak terserak ke seluruh muka bumi.”
And they said, Go to, let us build us a city and a tower, whose top may reach unto heaven; and let us make us a name, lest we be scattered abroad upon the face of the whole earth.
Then they said, “Come, let us build ourselves a city, with a tower that reaches to the heavens, so that we may make a name for ourselves; otherwise we will be scattered over the face of the whole earth.”
וַיֹּאמְרוּ הָבָה נִבְנֶה־לָּנוּ עִיר וּמִגְדָּל וְרֹאשׁוֹ בַשָּׁמַיִם וְנַעֲשֶׂה־לָּנוּ שֵׁם פֶּן־נָפוּץ עַל־פְּנֵי כָל־הָאָרֶץ׃
Kata Kunci
na'aseh-lanu shem (נַעֲשֶׂה־לָּנוּ שֵׁם) — “marilah kita membuat nama bagi kita”; bahasa Babel: membangun untuk kemuliaan diri dan melawan perintah memenuhi bumi.
Dalam Terang Injil Kerajaan Allah
Babel adalah sistem kerajaan dunia dalam bentuknya yang paling jelas: bersatu bukan untuk memuliakan Allah, melainkan untuk membuat nama bagi diri sendiri dan menolak perintah memenuhi bumi. Inilah pola yang terus berulang dalam sejarah — peradaban yang menjulang tinggi tetapi menentang Raja. Dalam terang Injil Kerajaan Allah, setiap hati diperhadapkan pada pilihan yang sama: membangun menara bagi nama sendiri, atau membangun hidup bagi nama TUHAN.

Tanggapan Pembaca
Silakan menuliskan tanggapan dengan tenang, jernih, dan bertanggung jawab.