Renungan Injil Kerajaan · Hari 020
Bapa yang Berlari
Pulang selalu lebih dekat daripada yang kita kira
Perikop Pilihan
Rujukan: Lukas 15:17-24
Ringkasan/parafrasa: Ketika anak itu masih jauh, ayahnya melihat dia, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan, lalu berlari mendapatkan dia, merangkul dan menciumnya.
Uraian Perikop
Anak bungsu itu sudah menyiapkan pidato pertobatannya: 'aku tidak layak lagi disebut anak, jadikan aku seperti seorang upahanmu.' Tetapi pidato itu tidak pernah selesai diucapkan — sang bapa sudah lebih dulu berlari, merangkul, dan mencium. Di budaya saat itu, laki-laki tua terpandang tidak berlari; itu memalukan. Tetapi bapa ini rela menanggung malu demi menyambut anaknya lebih cepat.
Peristiwa Dunia sebagai Cermin
Sejak tahun 1985, Korea Selatan dan Korea Utara beberapa kali mengadakan reuni keluarga yang terpisah oleh perang sejak 1950-an. Dunia menyaksikan pemandangan yang menghancurkan hati: orang tua berusia delapan puluh, sembilan puluh tahun berlari tertatih memeluk anak atau saudara yang tidak mereka lihat selama hampir tujuh puluh tahun.
Pesan Penutup
“Satu langkah kita berbalik pulang, seribu langkah Bapa berlari menyambut.”

Tanggapan Pembaca
Silakan menuliskan tanggapan dengan tenang, jernih, dan bertanggung jawab.