Ayat Pilihan · Hari 016 · 16 Januari
Kejadian 3:6
Allah Raja Pencipta: Kerajaan Ditegakkan di Bumi
Tampilan Teks
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
Dan perempuan itu melihat bahwa pohon itu baik untuk makanan, dan bahwa itu menyenangkan bagi mata, dan pohon itu diinginkan untuk membuat bijaksana; dan ia mengambil dari buahnya dan memakannya, dan ia juga memberikannya kepada suaminya yang bersamanya, dan ia pun memakannya.
Ketika perempuan itu melihat bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan menyenangkan bagi mata, dan bahwa pohon itu diinginkan untuk memperoleh hikmat, ia memetik buahnya, lalu memakannya. Ia juga memberikannya kepada suaminya yang bersamanya, dan suaminya pun memakannya.
And when the woman saw that the tree was good for food, and that it was pleasant to the eyes, and a tree to be desired to make one wise, she took of the fruit thereof, and did eat, and gave also unto her husband with her; and he did eat.
When the woman saw that the fruit of the tree was good for food and pleasing to the eye, and also desirable for gaining wisdom, she took some and ate it. She also gave some to her husband, who was with her, and he ate it.
וַתֵּרֶא הָאִשָּׁה כִּי טוֹב הָעֵץ לְמַאֲכָל וְכִי תַאֲוָה־הוּא לָעֵינַיִם וְנֶחְמָד הָעֵץ לְהַשְׂכִּיל וַתִּקַּח מִפִּרְיוֹ וַתֹּאכַל וַתִּתֵּן גַּם־לְאִישָׁהּ עִמָּהּ וַיֹּאכַל׃
Kata Kunci
watiqqakh … watokhal (וַתִּקַּח … וַתֹּאכַל) — “ia mengambil … ia makan”; rangkaian kata kerja pendek yang menggambarkan betapa cepatnya pemberontakan terjadi setelah hati menginginkannya.
Dalam Terang Injil Kerajaan Allah
Kejatuhan tidak dimulai di tangan, melainkan di mata dan hati: melihat, menginginkan, lalu mengambil. Manusia memilih menjadi penentu baik dan jahat bagi dirinya sendiri — itulah inti pemberontakan terhadap Raja. Dalam terang Injil Kerajaan Allah, kisah ini menelanjangi pola dosa di setiap zaman, sekaligus menyiapkan panggung bagi Adam terakhir yang menang justru dengan tunduk penuh kepada kehendak Bapa.

Tanggapan Pembaca
Silakan menuliskan tanggapan dengan tenang, jernih, dan bertanggung jawab.