Ayat Pilihan · Hari 010 · 10 Januari
Kejadian 2:7
Allah Raja Pencipta: Kerajaan Ditegakkan di Bumi
Tampilan Teks
Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
Dan YAHWEH Elohim membentuk manusia itu dari debu tanah, dan menghembuskan napas kehidupan ke dalam lubang hidungnya; dan manusia itu menjadi jiwa yang hidup.
Lalu, TUHAN Allah membentuk manusia dari debu tanah dan mengembuskan napas kehidupan ke dalam lubang hidungnya sehingga manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
And the LORD God formed man of the dust of the ground, and breathed into his nostrils the breath of life; and man became a living soul.
Then the LORD God formed a man from the dust of the ground and breathed into his nostrils the breath of life, and the man became a living being.
וַיִּיצֶר יְהוָה אֱלֹהִים אֶת־הָאָדָם עָפָר מִן־הָאֲדָמָה וַיִּפַּח בְּאַפָּיו נִשְׁמַת חַיִּים וַיְהִי הָאָדָם לְנֶפֶשׁ חַיָּה׃
Kata Kunci
nishmat khayyim (נִשְׁמַת חַיִּים) — “napas kehidupan”; hidup manusia bukan miliknya sendiri, melainkan hembusan langsung dari Allah.
Dalam Terang Injil Kerajaan Allah
Manusia adalah perpaduan yang unik: debu bumi dan napas Allah. Tubuhnya mengikatnya pada bumi yang harus ia kelola; napasnya mengikatnya pada Raja yang memberinya hidup. Dalam terang Injil Kerajaan Allah, manusia hanya utuh ketika kedua ikatan itu berada pada tempatnya — berakar di bumi sebagai pengelola, bergantung pada Allah sebagai sumber hidup.

Tanggapan Pembaca
Silakan menuliskan tanggapan dengan tenang, jernih, dan bertanggung jawab.