Renungan Injil
Roh yang Menjadikan Saksi
Pencurahan Roh membawa umat keluar dari ketakutan menuju kesaksian tentang Kristus.
Perikop Pilihan
Kisah Para Rasul 2:1-36
Uraian Perikop Menurut Terang Injil Kerajaan Allah dan Pewahyuan Roh Kebenaran
Pada hari Pentakosta, murid-murid yang sebelumnya takut menerima pencurahan Roh Kudus. Bunyi seperti tiupan angin keras, lidah-lidah seperti nyala api, dan bahasa-bahasa yang dimengerti bangsa-bangsa menjadi tanda bahwa Allah sedang menggerakkan kesaksian baru tentang Kristus.
Dalam terang Injil Kerajaan Allah, Roh tidak diberikan untuk membangun kebanggaan rohani. Roh diberikan untuk menyatakan bahwa Yesus yang disalibkan telah dibuat Allah menjadi Tuhan dan Kristus. Pusat Pentakosta bukan pengalaman manusia, melainkan pengagungan Kristus dan panggilan kepada pertobatan.
Roh Kebenaran menegur kecenderungan kita mencari tanda tanpa kesaksian, kuasa tanpa pertobatan, atau pengalaman tanpa ketaatan. Pencurahan Roh membentuk umat menjadi saksi, bukan penonton. Kesaksian itu menjangkau berbagai bahasa dan bangsa karena Kerajaan Allah tidak dikurung oleh batas manusia.
Peristiwa Dunia yang Berhubungan
Kebangunan Azusa Street pada awal abad ke-20 sering dikenang sebagai salah satu peristiwa yang memberi dampak besar bagi gerakan Pentakosta modern. Terlepas dari berbagai penilaian sejarah, peristiwa itu mengingatkan bahwa banyak orang merindukan pekerjaan Roh yang menggerakkan kesaksian lintas bangsa dan bahasa.
Pesan: Nasihat, Dorongan, Teguran, dan Perbaikan
Nasihatnya: mintalah Roh menuntun kepada kesaksian yang setia. Dorongannya: Allah sanggup memakai orang yang dahulu takut. Tegurannya: jangan menjadikan pengalaman rohani sebagai pusat. Perbaikannya: kembalikan semua karya Roh kepada pemberitaan Kristus dan pertobatan hidup.
Pesan Penutup
Roh Kudus tidak diberikan agar manusia memusatkan diri pada pengalaman, tetapi agar Kristus disaksikan dengan kuasa.

Tanggapan Pembaca
Silakan menuliskan tanggapan dengan tenang, jernih, dan bertanggung jawab.